Oleh: A2 6195 | Oktober 13, 2008

Komposisi Asam Amino menentukan Keragaman Protein

 

 

Nama: Iksanul Abdi

NIM: B1J006195

Kelas: A2

Email: sandi_wied@yahoo.co.id

Blog: http://ihsanbiologi.wordpress.com

Topik: A2-TP 8

 

RINGKASAN

 

Asam amino merupakan komponen penyusun protein, jika terdapat beraneka ragam asam amino maka fungsi protein menjadi bermacam-macam. Kombinasi reaktivitas kimia dihasilkan karena sekuens asam amino yang berbeda.

 

 

 

Gambar 1. Struktur umum asam amino (gugus R adalah asal keragaman asam amino)

Sumber: Figure 3.13 (Brown, 2002)

Beragamnya asam amino berada pada gugus R, sebab bagian R berbeda pada tiap asam amino dan strukturnya sangat bervariasi.

Gambar 2. Grup R asam amino

Sumber: Figure 3.17 (Brown, 2002)

 

Terdapat 20 Asam amino yang dianggap sesuai dengan kode genetik, yang mana asam-asam amino tersebut mengalami penggabungan dalam membentuk polipeptida selama sintesis protein. Keragaman protein tidak hanya disebabkan karena 20 asam amino tersebut, namun ada 2 faktor lain yang menyebabkan keragaman besar protein. Yaitu :

  • Modifikasi pembacaan genetik yang menyebabkan insersi penambahan (minimal satu) asam amino “selenosistein” ke rantai polopeptida selama sintesis protein

  • Penambahan gugus kimia pada beberapa asam amino sebagai modifikasi, misal dengan asetilisasi atau fosforilasi.

Oleh karena itu keragaman protein yang sangat besar disebabkan karena pemrosesan protein, atau bisa juga karena langsung dikode dari genom.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5234

diakses tanggal 26 September 2008

 

Situs Terkait

 

Media TSAP (media TSA ditambah Sodium piruvat), adalah media yang paling baik dalam menyembuhkan sel E. Sakazakii  yang stress karena pengaruh pemanasan. Pada perlakuan pembekuan E. Sakazakii  juga dapat sembuh yaitu jika ditempatkan pada media TSAP dan LBDC.  Begitu juga ketika sel E. Sakazakii  stress karena pengaruh asam dan alkain dapat disembuhkan paling baik pada media TSAP kemudian LBDC. Media FCA, OK, VRBG, DFI, EE juga dapat menyembuhkan namun tidak sebaik media TSAP dan LBDC. Jika diurutkan dari media yang paling baik dalam penyembuhan sel E. Sakazakii  yang stres adalah sebagai berikut TSAP>LBDC>FCA>OK>VRBG>DFI>EE.

Performance of Media for Recovering Stressed Cells of

Enterobacter sakazakii                               

as Determined Using Spiral Plating and

Ecometric Techniques

J. B. Gurtler and L. R. Beuchat*

Oleh: A2 6195 | Maret 27, 2008

ahirnya..

blog sandi yang ketiga,

khusus untuk masalah kuliah

maturnuwun saya sampaikan kagem pa hendro

atas supportnya

Oleh: A2 6195 | Maret 22, 2008

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori