Oleh: A2 6195 | Juni 29, 2010

PHYLUM ASCOMYCOTA

[Enter Post Title Here]

PHYLUM ASCOMYCOTA

KELAS : ARCHIASCOMYCETES
Karakteristik :
Tidak mempunyai hifa ascogenous dan ascocarp
Parasit dan saproba
Ordo Taprinales
Contoh Taphrina dan Protomyces
Merupakan cendawan dimorfik, dapat berbentuk yeast (saproba) dan miselium (parasit)
Taphrina deformans menyebabkan penyakit daun keriting
Pneumocystis carinii penyebab infeksi pneumonia dan menekan kekebalan tubuh

ORDO SACCHAROMYCETALES
Merupakan kelompok Yeast yang bereproduksi dengan budding
Tidak mempunyai hifa ascogenous dan ascocarp
Plasmogami terjadi melalui fusi sel yang berfungsi sebagai gametangium
Tidak ada fase dikariotik dalam siklusnya, kariogami terjadi segera setelah plasmogami
Menyukai habitat yang banyak mengandung gula seperti nektar dari bunga, aksudat tanaman, buah, produk dari buah, air tawar dan laut.

Food Yeast
Single cell Protein (SCP)
Minuman fermentasi: Saccharomyces cerevisiae
Untuk pembuatan bir dan anggur

Patogen manusia
Candida albicans menyebabkan penyakit candidiasis
Penyakit akan muncul pada saat ada faktor predisposisi atau pada saat ada gangguan sistem imun dan hormon/perubahan. Seperti leukemia, HIV, terapi obat, diabet, kehamilan.
Dapat menyebabkan infeksi : kulit, mulut, tenggorokan dan genitalia.
Reproduksi :
Aseksual : budding, arthrospora, konidia
Seksual : plasmogami sel zygote kariogami ascus muda
Meiosis ascospora
Tidak ada fase dikariotik, meiosis terjadi pada ascus muda.

FILAMENTOUS ASCOMYCETES

Mempunyai perkembangan organ seksual yang lebih komplek yaitu dengan membentuk ascocarp : cleistotesium, peritesium, apotesium, ascostroma.

KELAS PLECTOMYCETES
Ordo Eurotiales
Ascocarp berbentuk cleistotesium
Membentuk konidia

Famili Trichocomaceae
Contoh:
Tingkat Imperfek : Aspergillus, Penicillium, Paecilomyces
Tingkat Perfek : Talaromyces, Eurotium, Emericella, Eupenicillium, Monascus
Peranan:
• Kontaminan makanan
• Kontaminan biji-bijian dan menghasilkan mikotoksin
• Menghasilkan antibiotik
• Menghasilkan konidia
• Reproduksi seksual jarang
• Aspergillus berperan dalam pembuatan kecap
• Monascus menghasilkan pigmen merah, menggunakan proses fermentasi beras
• Penicillium menghasilkan antibiotik (green molds and blue molds) P.chrysogenum menghasilkan penicillin
P. griseofulvum menghasilkan griseofulvin
• Aspergillus flavus menghasilkan aflatoksin, menyebabkan kontaminasi pada kacang-kacangan dan menyebabkan kanker hati pada manusia dan hewan
• Aspergillus dan Penicillium memproduksi beberapa jenis toksin pada kacang, kedelai dan biji-bijian lain
• A. flavus dan A. parasiticus dapat menghasilkan toksin dan carsinogens, menyebabkan Aspergillosis
• A. niger mampu menghasilkan asam citrat dan gluconat
• Penicillium dapat menghasilkan asam organik
• Penicillium digitatum adalah sebagai patogen jeruk

Morfologi Aspergillus

Morfologi Penicillium

Siklus hidup Taralomyces (Penicillium)

KELAS PYRENOMYCETES
Ascocarp berbentuk peritesium

Jamur Endofit
Merupakan jamur yang hidup pada tanaman yang masih hidup tetapi tidak merugikan tanaman, banyak terdapat dalam sel mesofil daun.
Contoh :
Tingkat perfek : Epichloe, Balansia
Tingkat imperfek : Acremonium, Fusarium
Memproduksi metabolit sekunder : alkaloid
Dapat menghambat serangga dan meningkatkan kekebalan tanaman inang
Patogen tanaman
Contoh : Glomerella, Verticillium, Cylindroclaium, Fusarium.
Fusarium menyebabkan gangguan absorpsi nutrien, memblok jaringan tanaman dan mencegah translokasi fotosintat, air, nutrien dan menyebabkan kematian sel. Juga memproduksi enzim, hormon dan toksin.
Contoh toksin: hypocrealean menyebabkan layu pembuluh
Contoh mycoparasit : Trichoderma dan Gliocladium
Selain sebagai mycoparasit juga menghasilkan antibiotik sehingga dapat digunakan sebagai agen biokontrol

Produksi toksin
Aspergillus dapat menghasilkan toksin pada biji-bijian yang disimpan, misalnya aflatoksin
Fusarium menghasilkan toksin zearalenone, diacetoxyscirpenol, vomitoksin

Ordo Hypocreales
Famili Hypocreaceae
Genus: Hypocrea, Sphaerostilbella, Hypomyces
Imperfek: Trichoderma, Gliocladium

Famili Nectriaceae
Gibberella zeae (Fusarium graminearum) menyebabkan busuk pada buah jagung
Gibberella fujikuroi (Fusarium moniliforme) menyebabkan penyakit pada tanaman jagung, dapat menghasilkan gibberelic acid yang berguna untuk merangsang pembungaan, pemanjangan sel, memproduksi amilase.

Famili Clavicipitaceae
Claviceps purpurea menyebabkan penyakit ergot pada gandum hitam
Cordyceps patogen pada insekta dan nematoda
Cordyceps militaris parasit pada larva dan pupa Lepidoptera
Cordyceps merupakan jamur yang mampu menghasilkan antibiotik yang mempunyai spektrum luas karena dapat menghambat bakteri, jamur, nyamuk dan dapat pula menghasilkan senyawa yang dapat menghambat tumor

Ordo Sordariales
Famili Sordariaceae
Contoh : Neurospora sitophila (tingkat konidia Monilia sitophila)
Merupakan jamur kontaminan, sering dijumpai pada roti dan berbagai makanan manis, konidia berwarna merah muda sering ada pada roti yang sudah beberapa hari disimpan. Produksi konidia cepat, berwarna kemerahan dan disebarkan melalui udara.

KELAS DISCOMYCETES
Ascocarp berbentuk apotesium
Bentuk ascocarp besar dan berwarna
Saproba pada substrat lignoselulosa
Contoh: Morchella

Oleh: A2 6195 | Oktober 13, 2008

Komposisi Asam Amino menentukan Keragaman Protein

 

 

Nama: Iksanul Abdi

NIM: B1J006195

Kelas: A2

Email: sandi_wied@yahoo.co.id

Blog: http://ihsanbiologi.wordpress.com

Topik: A2-TP 8

 

RINGKASAN

 

Asam amino merupakan komponen penyusun protein, jika terdapat beraneka ragam asam amino maka fungsi protein menjadi bermacam-macam. Kombinasi reaktivitas kimia dihasilkan karena sekuens asam amino yang berbeda.

 

 

 

Gambar 1. Struktur umum asam amino (gugus R adalah asal keragaman asam amino)

Sumber: Figure 3.13 (Brown, 2002)

Beragamnya asam amino berada pada gugus R, sebab bagian R berbeda pada tiap asam amino dan strukturnya sangat bervariasi.

Gambar 2. Grup R asam amino

Sumber: Figure 3.17 (Brown, 2002)

 

Terdapat 20 Asam amino yang dianggap sesuai dengan kode genetik, yang mana asam-asam amino tersebut mengalami penggabungan dalam membentuk polipeptida selama sintesis protein. Keragaman protein tidak hanya disebabkan karena 20 asam amino tersebut, namun ada 2 faktor lain yang menyebabkan keragaman besar protein. Yaitu :

  • Modifikasi pembacaan genetik yang menyebabkan insersi penambahan (minimal satu) asam amino “selenosistein” ke rantai polopeptida selama sintesis protein

  • Penambahan gugus kimia pada beberapa asam amino sebagai modifikasi, misal dengan asetilisasi atau fosforilasi.

Oleh karena itu keragaman protein yang sangat besar disebabkan karena pemrosesan protein, atau bisa juga karena langsung dikode dari genom.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section.5234

diakses tanggal 26 September 2008

 

Situs Terkait

 

Media TSAP (media TSA ditambah Sodium piruvat), adalah media yang paling baik dalam menyembuhkan sel E. Sakazakii  yang stress karena pengaruh pemanasan. Pada perlakuan pembekuan E. Sakazakii  juga dapat sembuh yaitu jika ditempatkan pada media TSAP dan LBDC.  Begitu juga ketika sel E. Sakazakii  stress karena pengaruh asam dan alkain dapat disembuhkan paling baik pada media TSAP kemudian LBDC. Media FCA, OK, VRBG, DFI, EE juga dapat menyembuhkan namun tidak sebaik media TSAP dan LBDC. Jika diurutkan dari media yang paling baik dalam penyembuhan sel E. Sakazakii  yang stres adalah sebagai berikut TSAP>LBDC>FCA>OK>VRBG>DFI>EE.

Performance of Media for Recovering Stressed Cells of

Enterobacter sakazakii                               

as Determined Using Spiral Plating and

Ecometric Techniques

J. B. Gurtler and L. R. Beuchat*

Oleh: A2 6195 | Maret 27, 2008

ahirnya..

blog sandi yang ketiga,

khusus untuk masalah kuliah

maturnuwun saya sampaikan kagem pa hendro

atas supportnya

Oleh: A2 6195 | Maret 22, 2008

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.